Menurut Kantor Berita ABNA, Musabaqah Alquran Internasional antar Santri ke-3 yang terselenggara di kota Qom Republik Islam Iran telah memasuki putaran final dan pada malam Ahad (13/4) kemarin telah ditutup dengan resmi. Acara penutupan Musabaqah dihadiri oleh Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Sjirazi, Ayatullah A'rafi beserte sejumlah ulama besar dan pejabat setempat di Aula Madrasah 'Ilmiah Imam Kazhim as.
Ayatullah al-Uzhma Nashir Makarim Shirazi dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan, "Salah satu keistiwewaan dari cahaya adalah kecepatannya. Mengapa? karena hanya dalam tempo waktu sedetik, cahaya mampu melintasi jarak sejauh 300 ribu kilometer. Alquran pun demikian, memiliki keistimewaan yang sama, yaitu memiliki kecepatan yang menakjubkan. Hal inilah sampai sekarang masih menjadi pembahasan dari para ahli sejarah Barat, betapa Alquran bisa terjaga selama 1400 tahun dan itu melalui proses menghafal. Alquran yang sedemikian tebal, mampu dihafal orang-orang Islam dengan sedemikian cepat dan juga sedemikian cepat menyebar, sehingga jumlah penghafal Alquran terus bertambah."
Lebih lanjut, ulama ahli tafsir Alquran tersebut menyebut di kekinian masyarakat dunia membutuhkan cahaya Alquran sehingga manusia bisa terselamatkan dari kegelapan kejahilan. "Menyelamatkan masyarakat dunia dari kegelapan dan kejahilan adalah kewajiban kita dengan menyebarkan pesan-pesan Alquran ke seluruh dunia. Jika menyampaikan pesan-pesan Alquran menjadi pekerjaan dan prioritas kita, maka itu akan menjadi wasilah masyarakat dunia terselematkan dari kehancuran morak dan kerusakan." Jelasnya.
"Musuh-musuh Islam dengan sangat gigih berkerjasama satu sama lain untuk merusak pondasi dan akar dari Alquran, dengan menyebarkan syubhat-syubhat dan keraguan pada kesucian kitab suci ini. Mereka melakukan itu karena mereka tidak paham dan mengerti isi Alquran, dan kewajiban kita selain memberitahukan kepada mereka mengenai Alquran juga dengan memanfaatkan semua media informasi kita memberikan bantahan dan jawaban atas syubhat-syubhat tersebut agar tidak ada yang terpedaya dan tertipu dengan propaganda mereka." Tambah Ayatullah Makarim Shirazi.
Lebih lanjut ulama besar Iran tersebut menegaskan bahwa perseteruan antara Sunni dan Syiah dalam dunia Islam adalah juga bagian dari propaganda musuh. Ia berkata, "Pihak musuh terus berupaya mengadudomba dan menebar perselisihan agar terjadi ikhtilaf di kalangan umat Islam. Di tengah-tengah umat Sunni mereka berkata Syiah meyakini terjadi tahrif (perubahan) pada Alquran, sementara ulama-ulama Syiah sendiri dari dulu sampai sekarang masih terus menuliskan karya-karya yang menuliskan keyakinan mereka akan kesucian Alquran dari penyimpangan dan perubahan."
Sidiq Mulyana
Pada bagian pengumuman juara, diumumkan pada kategori Hafizh Alquran, Muhammad Khapur santri dari Iran meraih peringkat terbaik, sementara juara 2 diraih oleh Ahmad Muhammad Thahir santri asal Chad dan Muhammad Bahdi santri delegasi dari Aljazair meraih juara 3.
Pada kategori karya tulis ilmiah, Abdul Hasyim Mirzauf dari Tajikistan, Sayid Isa Mustarhami dan Sayid Hamid Jazairi dari Iran meraih tiga peringkat terbaik. Sementara pada kategori penelitian, Sidiq Mulyana dari Indonesia meraih juara 3, Muhammad Karim Muhsiuni sebagai peringkat kedua dan Ashl Ghawabusy dari Iran sebagai peringkat pertama.
Pada kategori tartil, Muhammad al-Sayid Musa dari Lebanon, Sayid Mahdi Masyraf dari Afghanistan dan Aghai dari Iran sebagai tiga peraih terbaik.